Sebenernya apa sih yang jadi sebab budaya Korea (entah itu dari musik, artis, film atau malah kebudayaan itu sendiri) dicibir oleh teman-teman dan saudara kita sebangsa dan setanah air kita? Check this out!!
Menurut pengamatan saya ada 4 hal:
1. Seseorang akan jadi ke-korea-koreaan, bisa itu dalam hal fashion, cara bicara, kecenderungan musik/film favorit, atau bahkan tipe pasangan ideal.
Maksudku, kalau itu hal yang baru pasti akan sulit
diterima oleh masyarakat. Seolah-olah kamu jadi alien di tengah-tengah
manusia. *Gue banget*
2. Korea terlalu terkenal.
Kenyataan bahwa "Korea itu (sangat)
terkenal" sebenarnya udah jadi masalah tersendiri. Maksudnya
mungkin ada suatu sentimen, semacam perasaan tidak suka pada sesuatu karena
pamornya yang tinggi (baca: iri) yang dimiliki oleh beberapa pihak. Pernah
nggak denger ada yang nyeletuk, "Korea lagi, Korea lagi. Bosen gue sama
Korea." Padahal status 'terkenal' seperti ini dimiliki oleh
banyak pihak, sebut saja Pak Presiden. Nah, lho. Kenapa nggak pada iri sama
beliau??
3. Mereka tidak mengerti akan 'hobi' seseorang.
Satu-satunya saudara kandungku pernah bilang, "Mungkin
perasaan cewek yang nggak ngerti kenapa kebanyakan cowok suka sama sepak bola,
sama seperti cowok yang nggak ngerti kenapa kebanyakan cewek suka sama
Korea." Got it?? Pernah sih nonton tayangan
"Mancing Mania" di sebuah stasiun televisi swasta. Pas nonton
ekspresi gembira para pemancing, aku mikir, "Apa sih asiknya mancing di
tengah laut? Tempatnya panas, sepinya keterlaluan, udah gitu biasanya ikannya
dilepasin lagi kan ya?...duh, nggak asik banget deh. Udah gitu pancingnya aja
mahal gilak."
4. Kebudayaan Korea mengancam kebudayaan lokal.
Nah ini nih jawaban yang paling serius. Sadar atau enggak, dengan
datangnya film & musik Korea yang masuk ke negara kita, anak-anak muda jadi lebih
mencintai budaya orang lain daripada budaya sendiri. Ya walaupun sebenarnya ini
nggak cuma berlaku buat Korea aja sih, tapi juga buat budaya negara-negara lain
yang masuk ke Indonesia...dan ini sudah jadi cerita lama.
Kalau itu tadi sih menurut pengalaman yang saya
dapetin aja selama jadi alien di antara banyak manusia yang berbagai-bagai. Mungkin masih ada banyak hal
lain yang jadi sebab lain kenapa banyak orang yang seenak dengkul bisa ngehina
budaya Negara lain seenak jidat.
Pembelaanku buat hal-hal yang orang selalu dipandang ’freak’ di mata mereka:
Hobi ya hobi, nggak
salah sih kalau mau ngejadiin sumber penghidupan (pekerjaan). Nggak ada salahnya juga
demen sama Korea. Tapi jangan sampai melupakan kehidupan pribadi & sosial
kita, apalagi kebudayaan nenek moyang (bukan berarti 'kebudayaan' yang
dimaksud di sini adalah budaya ngaret/telat, korupsi atau meremehkan kemampuan
bangsa sendiri, lho ya). Begitulah, kalau tidak mau KPOP yang kita cintai
itu dicibir orang lain karena asal negaranya, tunjukkan kualitas kita sebagai
orang Indonesia sekaligus fans yang nggak ababil (selebihnya abaikan saja, mungkin
itu memang sentimen mereka). Tetaplah objektif dalam bertindak, jangan cuma gara-gara nilai dominannya A kalian pada ikut-ikut ngomong A
tanpa syarat.
“Kita manusia biasa, enggak
dipungkiri punya idola masing-masing yang berbagai-bagai. Tapi coba lihat yang
berbagai-bagai itu sebagai alat pemersatu, bukan alat pemecah belah.”
Source :
http://alfaycn.blogspot.com/2012/12/korean-day-ugm-dan-sekelumit-ceritaku.html?m=1
This entry was posted
on Saturday, November 09, 2013
and is filed under
Anti Korea,
Anti Kpop,
Sebab Orang Anti Korea,
Sebab Orang Anti Kpop
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.
